ERD

MODEL ENTITY-RELATIONSHIP


Model E-R didasarkan pada persepsi dari sebuah dunia nyata yang terdiri dari sekumpulan objek, disebut entiti & relasi diantar objek-objek tersebut.


2.1 Konsep Dasar

Terdapat tiga notasi dasar yang bekerja pada model E-R yaitu : entity sets, relationship sets, & attributes.
a. Entity Sets

Sebuah entiti adalah sebuah “benda” (thing) atau “objek”(object) di dunia nyata yang dapat dibedakan dari semua objek lainnya. Entity sets adalah sekumpulan entiti yang mempunyai tipe yang sama. Kesamaan tipe ini dapat dilihat dari atribut/property yang dimiliki oleh setiap entiti. Misal kumpulan orang yang menyimpan uang pada suatu bank dapat didefinisikan sebagai entiti set nasabah.
b. Relationship Sets

Relationship adalah hubungan diantara beberapa entiti. Misal relasi yang menghubungkan antar Toni dengan rek. 142-099999. Relasi ini menunjukkan bahwa Toni adalah nasabah yang mempunyai nomor rekening 142-099999. Relationship set adalah sekumpulan relasi yang mempunyai tipe yang sama
c. Kunci Relasi (Relation Keys)

Nilai dari kunci relasi harus mengidentifikasikan sebuah baris yang unik didalam sebuah relasi. Kunci relasi terdiri dari satu atau lebih atribut-atribut relasi. Atribut- atribut dalam kunci relasi harus memiliki sifat sebagai berikut :
- untuk satu nilai hanya mengindentifikasikan satu baris dalam satu relasi

- tidak memiliki subset yang juga merupakan kunci relasi

- tidak dapat bernilai null



contoh TABEL PERSON berikut :



PERSON

Person_Id Date_Of_birth Name
P1 7 July 49 Joe
P2 3 June 61 Mary
P3 11 Feb 65 Andrew
P4 22 April 64 Joe
P5 17 May 66 Jill


Person_Id adalah kunci relasi dari relasi PERSON. Dalam relasi tersebut, maksmimal hanya satu baris untuk setiap nilai Person_Id yang diberikan. Sebagai contoh, hanya satu baris dengan Person_Id = ‘P3’. Name tidak dapat dijadikan kunci relasi karena dapat lebih dari satu orang yang mempunyai nama yang sama.
Relasi Person di atas memiliki kunci yang hanya terdiri dari satu atribut. Sangat dimungkinkan kunci relasi terdiri dari banyak atribut. Contoh relasi Work pada gambar di bawah mempunyai kunci relasi yang terdiri dari dua atribut yaitu :
Person_Id & Proj_No



Person _Id Proj_No Total_Time_Spent_By_Person_On_Project
P1 Proj1 20
P3 Proj1 16
P2 Proj2 35
P2 Proj3 42
P3 Proj2 17
P2 Proj1 83
P4 Proj3 41


Nilai kedua atribut, Person_Id & Proj_No diperlukan untuk menentukan satu baris yang unik. Karena untuk menentukan satu baris yang unik tidak cukup dengan Person_Id saja atau hanya dengan Proj_No.



d. Foreign Key(FK)

Term FK juga banyak digunakan dalam perancangan. Sebuah FK adalah sekumpulan atribut dalam suatu relasi (misal A) sedemikian sehingga kumpulan atribut ini bukan kunci relasi A tetapi merupakan kunci dari relasi lain.


Kardinalitas Pemetaan
Kardinalitas pemetaan atau rasio kardinalitas menunjukkan jumlah entity yang dapat dihubungkan ke satu entity lain dengan suatu relationship sets.
Kardinalitas pemetaan meliputi :

1. Hubungan satu ke satu (one to one).

Yaitu satu entity dalam A dihubungkan dengan maksimum satu entity dalam

2. Hubungan satu ke banyak (one to many)

Yaitu satu entity dalam A dihubungkan dengan sejumlah entity dalam B. Satu entity dalam B dihubungkan dengan maksimum satu entity dalam A.
3. Hubungan banyak ke satu (many to one)

Yaitu satu entity dalam A dihubungkan dengan maksimum satu entity dalam

B. Satu entity dalam B dapat dihubungkan dengan sejumlah entity dalam A.

4. Hubungan banyak k banyak (many to many).

Satu entity dalam A dihubungkan dengan sejumlah entity dalam B, & satu entity dalam B dihubungkan dengan sejumlah entity dalam A.















Gambar Kardinalitas Pemetaan :




a1 b1 a2 b2 a3 b3
a4 b4

b1

b2
a1
b3
a2
4

a3 b5




(1) Satu ke satu (2) Satu ke banyak


a
a1 b1
b1
2


a3 b2

a4
b3
a5

a2 b2

a3 b3

a4 b4




(3) Banyak ke satu (4) Banyak ke banyak



Diagram Entity-Relationship
Komponen E-R diagram adalah :

- Persegi panjang (rectangles) : merepresentasikan entity sets

- Elip (ellipses) : merepresentasikan atribut entity

- Wajik(diamonds) : merepresentasikan relationship sets

- Lines (garis) : merepresentasikan hubungan atribut ke entity sets & entity sets ke relatioship sets




Contoh :

Diagram E-R dibawah terdiri dari 2 entity sets, customer & loan, & satu relationship set borrower. Atribut dari customer adalah nama, ktp, jalan, kota. Atribut untuk loan adalah no_pinjaman, jml_pinjaman. Hubungan entity customer ke loan adalah banyak ke banyak.



kota

jalan

KTP


nama


no_pinj


jum_pinj




Customer

Borrower

Loan





Entity Sets Lemah
Adalah entity set yang tidak mempunyai primary key. Entity sets yang mempunyai primary key disebut entity sets kuat.
Contoh entity lemah :




loan-number



amount



payment-number

payment-date



payment-amount




Loan

loan-payment


payment




Spesialisasi
Proses mendesain subgrup di dalam suatu entity disebut dengan specialisasi. Suatu himpunan entity bisa memiliki suatu subgrup yang berbeda diantara entiti-entiti lain dalam himpunan tersebut. Misalnya suatu sub himpunan entity dalam suatu himpunan entity bisa memiliki atribut yang berbeda dari entity-entiti lain. Model E-R memiliki fasilitas untuk perbedaan ini.
Contoh : himpunan entity account memiliki atribut account-number dan balance. Suatu

account dapat diklasifikasikan lagi menjadi salah satu dari :

- savings-account

- checking-account

(lihat gambar dibawah)

setiap tipe account ini diterangkan dengan himpunan atribut yang termasuk dalam atribut-atribut dari entity set account ditambah dengan atribut tambahan. Contoh entity saving-account diterangkan dengan atribut interest-rate, dan checking-account diterangkan dengan overdraft-amount.
Proses spesialisasi mengijinkan pembedaan account berdasarkan tipe account. Account juga dapat dibedakan dengan cara lain, misalkan berdasarkan tipe kepemilikkan menjadi commercial-account dan personal-account. Ketika dalam suatu entity dibentuk lebih dari

satu proses spesialisasi, maka suatu entity menjadi milik dua spesialisasi tersebut. Misal suatu account bisa merupakan suatu personal account dan suatu checking account.
Dalam diagram E-R, spesialisasi dilambangkan dengan komponen segitiga bertuliskan ISA. ISA juga melambangkan hubungan antara superclass-subclass. Entity yang dengan kedudukkan lebih rendah/tinggi memiliki lambing sama.


Generalisasi
Disamping proses desain top-down (dari inisial entity ke level lebih rendah (subgrup)), desain juga dapat dilakukan dengan proses bottom-up, yaitu banyak entiti disintesiskan menjadi entity yang lebih tinggi berdasarkan kesamaan feature-nya.
Desainer basis data mungkin mengidentifikasi terlebih dulu entity checking-account dengan atribut account-number, balance dan overdraft- amount. Ditemukan juga entity set saving-account dengan atribut account-number, balance dan interest-rate.
Terdapat kesamaan antara entity set checking-account dengan entity set saving-account, yaitu keduanya memiliki beberapa atribut yang sama.
Persamaan ini dapat diekspresikan dengan generalisasi.

account-number balance


account



interrest-rate

ISA

overdraft-amount



savings-account checking-account


ISA


standard gold senior


num-checks interest-payment min-balance date-of-birth

Untuk lebih jelasnya, bisa di download di : ERD


Read More..

Arsitektur Basis Data

ARSITEKTUR SISTEM BASIS DATA

Arsitektur system basis data memberikan kerangka kerja bagi pembangunan basis data.

1.1 LEVEL ARSITEKTUR BASIS DATA
Menurut ANSI/SPARC, arsitektur basis data terbagi atas tiga level yaitu :

Internal/Physical Level:

berhubungan dengan bagaimana data disimpan secara fisik (physical storage)
External /View Level

berhubungan dengan bagaimana data di representasikan dari sisi setiap user.
Conceptual/Logical Level

yang menghubungkan antara internal & external level



Berikut adalah gambar tiga level arsitektur system basis data :



Gambar I.1 Tiga level arsitektur system basis data




Contoh dalam sebuah basis data pegawai, ketiga level digambarkan sebagai berikut :

- Pada level konseptual, basis data mengandung informasi tenteang sebuah entity yang disebut EMPLOYEE. Setiap EMPLOYEE mempunyai sebuah EMP_NUMBER (6 karakter), DEP_NUMBER(4 karakter) & SALARY (5 digit desimal).
- Pada level internal, para pegawai direpresentasikan oleh STRORED_EMP, panjang 20 byte. STORED_EMP terdiri atas 4 field yaitu flag/pointer, 6 byte, tiga field untuk atribut pegawai.
- User yang menggunakan PL/I mempunyai sisi pandang level eksternal dimana pegawai direpresentasikan dalam sebuah record yang ditulis dengan sintaks PL/I
- Demikianlah pula user yang menggunakan COBOL mempunyai sisi pandang level eksternal dimana pegawai direpresentasikan dalam sebuah record yang ditulis dengan sintaks COBOL.


1.1.1 External Level /View Level
Adalah level user. Yang dimaksud dengan user adalah programmer, end user atau DBA. Setiap user mempunyai ‘bahasa’ yang sesuai dengan kebutuhannya.
- programmer : bahasa yang digunakan adalah bahasa pemrograman seperti C, COBOL, atau PL/I
- end user : bahasa yang digunakan adalah bahasa query atau menggunakan fasilitas yang tersedia pada program aplikasi
pada level eksternal ini, user dibatasi pada kemampuan perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan aplikasi basis data. Didefinisikan sebagai sebuah Skema Eksternal.


1.1.2 Conceptual Level / Logical level
Conceptual level adalah sebuah representasi seluruh muatan informasi yang dikandung

oleh basis data. Tidak seperti level eksternal maka pada level conceptual, keberadaannya tidak memperhitungkan kekurangan perangkat keras maupun perangkat lunak pembangun aplikasi basis data. Didefinisikan sebagai sebuah Skema Konseptual
1.1.3 Internal/Physical Level
Adalah level terendah untuk merepresentasikan basis data. Record disimpan dalam media

penyimpanan dalam format byte. Didefinisikan sebagai sebuah Skema Internal.





1.2 PEMETAAN
1.2.1 Conceptual/internal Mapping :

Yaitu pemetaan yang mendefinisikan hubungan antara level konseptual dan level internal. Pemetaan ini menjelaskan bagaimana record & field pada level konseptual direpresentasikan pada level internal.


1.2.2 External/Conceptual Mapping :

Yaitu pemetaan yang mendefinisikan hubungan antara level eksternal dan level konseptual. Contoh : beberapa field dapat mempunyai tipe yang berbeda, field dan nama field dapat berubah, bebeapa field pada level konseptual dapat dikombinasikan ke dalam satu field external.




1.3 MODEL-MODEL DATA
Yang dimaksud dengan model data adalah sekumpulan tool konseptual untuk mendeskripsikan data, relasi-relasi antar data, semantic data & konsistensi konstrain. Bermacam-macam model data terbagi dalam tiga kelompok besar yaitu :
Object-based logical models, record-based logical models, & physical models.

1. Object-based logical Models

Yang termasuk dalam kelompok ini adalah :

- Entity-relationship model

- Object-oriented model

- Semantic data model

- Functional data model

Dua dari model di atas yaitu : entity-relationship model & object-oriented model akan dijelaskan lebih detil.


a. Entity-relationship Model

E-R model didasarkan atas persepsi terhadap dunia nyata yanga terdiri dari sekumpulan objek, disebut entity dan hubungan antar objek tersebut, disebut relationship. Entity adalah objek di dunia yang bersifat unik. Setiap entity

mempunyai atribut yang membedakannya dengan entity lainnya. Contoh :

entity Mahasiswa, mempunyai atribut nama, umur, alamat no. ktm.

Pemodelan data dengan model E-R menggunakan diagram E-R. Diagram E-R

terdiri dari :

 Kotak persegi panjang, menggambarkan himpunan entity

 Elip, menggambarkan atribut-atribut entity

 Diamon, menggambarkan hubungan antara himpunan entity

 Garis, yang menghubungkan antar objek dalam diagram E-R





b. Object-Oriented Model

Model berorientasi objek berbasiskan kumpulan objek. Setiap objek berisi :

1. Nilai yang disimpan dalam variable instant, dimana variable tersebut

“melekat” dengan objek itu sendiri.

2. Metoda : operasi yang berlaku pada objek yang bersangkutan

3. Objek-objek yang memiliki tipe nilai & metode yang sama dikelompokkan dalam satu kelas. Kelas disini mirip dengan tipe data abstrak pada bahasa pemrograman.
4. Sending a message : sebuah objek dapat mengakses data sebuah objek yang lain hanya dengan memanggil metode dari objek tersebut.












c. Model-model lojik berbasis record

Terdapat beberapa model dalam kelompok ini :

c.1. Model Relasional ( Relational Model)

model relasional menggunakan kumpulan tabel-tabel untuk merepresentasikan data
& relasi antar data-data tersebut. Setiap tabel terdiri atas kolom-kolom, dan setiap kolom mempunyai nama yang unik.

Contoh :



NIM NAMA ALAMAT DOSEN WALI
113940005 Ani Ambar Jl. PGA No.1 WNS
113950098 Andi Ari Jl. ABC No.6 TBH
113950100 Tuti Jl. AA No.78 WNS




DOSEN WALI ALAMAT
WNS KOPO PERMAI
TBH BALE ENDAH




c.2 Model Jaringan (Network Model )

Data dalam model jaringan direpresentasikan dengan sekumpulan record (Pascal), dan relasi antara data direpresentasikan oleh record & link. Link dipandang sebagai pointer. Record-record diorganisasikan sebagai graf. Contoh, model relasional di atas direpresentasikan dalam model jaringan.










NIM NAMA ALAMAT DOSEN WALI

113940005 Ani Ambar Jl. PGA No.1 WNS

113950098 Andi Ari Jl. ABC No.6 TBH

113950100 Tuti Jl. AA No.78 WNS




DOSEN WALI ALAMAT
WNS KOPO PERMAI
TBH BALE ENDAH





c.3 Model Hirarki (Hirarchical Model)

Mirip dengan model jaringan.Data direpresentasikan dalam record dan link. Perbedaannya adalah, record-record diorganisasikan sebagai tree (pohon) daripada graf. Model relasional berbeda dengan model jaringan & hirarki, dalam hal penggunaan pointer atau link.




1.4 BAHASA YANG DISEDIAKAN OLEH SISTEM BASIS DATA

Sebuah system basis data menyediakan dua tipe bahasa yaitu : tipe untuk menspesifikasikan skema basis data, disebut DDL, dan tipe untuk mengekspresikan queri atau update basis data, disebut MDL.


1.4.1 Data-definition Language

Skema basis data dispesifikasikan oleh sekumpulan definisi dengan sebuah bahasa khusus yang disebut data-definition language (DDL). Hasil kompilasi DDL berupa tabel-tabel yang disimpan dalam sebuah file, disebut data dictionary (kamus data) atau data directory. Kamus data adalah sebuah file yang berisi metadata. File ini yang dikonsultasi sebelum data yang sebenarnya dibaca atau dimodifikasi oleh system basis data.

1.4.2 Data-manipulation Language

Adalah bahasa untuk memanipulasi data yaitu :

o Pengambilan informasi yang disimpan dalam basis data

o Penyisipan informasi baru ke basis data

o Penghapusan informasi dari basis data

o Modifikasi informasi yang disimpan dalam basis data

Query adalah statemen yang ditulis untuk mengambil informasi. Bagian dari DML

yang menangani pengambilan informasi ini disebut bahasa query.



1.5 DATABASE ADMINISTRATOR (ADMINISTRATOR BASIS DATA)

Administrator basis data adalah orang yang bertanggungjawab terhadap strategi yang berhubungan dengan pengolahan data di suatu perusahaan. Selain hal tersebut, DBA adalah orang yang bertanggungjawab terhadap implementasi strategi tersebut secara teknis. Berikut dijelaskan bebrapa fungsi DBA secara detil :
- mendefinisikan skema konseptual

yaitu memutuskan informasi apa saja yang akan dihasilkan oleh sutu basis data. Dalam hal ini DBA bertugas mendefinisikan entity-entiti yang terlibat pada perancangan basis data. Proses ini disebut dengan Logical Database Design (kadang-kadang disebut Conceptual Database Design). Setelah DBA menentukan muatan dari basis data maka DBA akan menyusun skema konseptual menggunakan DDL (data definition language). Kemudian dengan DBMS, skema tersebut diimplementasikan.
- mendefinisikan Skema Internal

selain menentukan skema konseptual dari basis data, DBA juga bertanggung jawab terhadap desain penyimpanan data secara fisik.
- mensosialisasikan hasil rancangan baik konseptual & internal ke user

Dalam hal ini tugas DBA adalah menyakinkan user bahwa data-data yang mereka perlukan semua telah tersedia & membantu user untuk mengimplementasikanrancangan tersebut dalam DDL.
- mendefinisikan aturan-aturan sekuriti & integritas data

- mendefinisikan prosedur-prosedur back-up & recovery

- memonitor performansi system & menangani perubahan-perubahan yang ada.


1.6 DATABASE MANAGEMENT SYSTEM (SISTEM MANAJEMEN BASIS DATA)

DBMS adalah software yang menangani semua akses ke basis data. Secara konsep apa yang terjadi adalah sebagai berikut :
1. user melakukan pengaksesan basis data untuk informasi yang diperlukannya menggunakan suatu bahasa manipulasi data, biasanya disebut SQL.
2. DBMS menerima request dari user & menganalisa request tersebut

3. DBMS memeriksa skema eksternal user, pemetaan eksternal/konseptual, skema konseptual, pemetaan konseptual/internal, & struktur penyimpanan.
4. DBMS mengeksekusi operasi-operasi yang diperlukan untuk memnuhi permintaan user.

Untuk lebih jelasnya, silahkan download di : arsitektur basis data

Read More..

Konsep Dasar Basis Data

Konsep Dasar Basis Data

Data adalah representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti manusia (pegawai, mahasiswa, pembeli), barang, hewan, peristiwa, konsep, keadaan, dan sebagainya yang direkam dalam bentu angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi atau kombinasinya.

Basis Data adalah sekumpulan data yang terintegrasi yang diorganisasikan untuk memenuhi kebutuhan para pemakai di dalam suatu organisasi yang saling berhubungan yang disimpan dalam media penyimpanan elektronis.

Keuntungan Sistem Basis Data:
•Terkontrolnya kerangkapan data
Dalam basis data hanya mencantumkan satu kali saja field yang sama yang dapat dipakai oleh semua aplikasi yang memerlukannya.

•Terpeliharanya keselarasan (kekonsistenan) data
Apabila ada perubahan data pada aplikasi yang berbeda maka secara otomatis perubahan itu berlaku untuk keseluruhan

•Dapat dipakai secara bersama (shared)
Data dapat dipakai secara bersama-sama oleh beberapa program aplikasi (secara batch maupun on-line) pada saat bersamaan.

•Diterapkan standarisasi
Dengan adanya pengontrolan yang terpusat maka DBA dapat menerapkan standarisasi data yang disimpan sehingga memudahkan pemakaian, pengiriman maupun pertukaran data.

•Data terjamin
DBA dapat memberikan batasan-batasan pengaksesan data, misalnya dengan memberikan password dan pemberian hak akses bagi pemakai (misal : modify, delete, insert, retrieve)

•Integritas data
Jika kerangkapan data dikontrol dan kekonsistenan data dapat dijaga maka data menjadi akurat.

•Keseimbangan (keselarasan) antara kebutuhan data yang berbeda dalam setiap aplikasi
Struktur basis data diatur sedemikian rupa sehingga dapat melayani pengaksesan data dengan cepat.

•Independence (kemandirian data)
Dapat digunakan untuk bermacam-macam program aplikasi tanpa harus merubah format data yang sudah ada.

Kelemahannya dari sistem pemrosesan file ini antara lain :
1. Timbulnya data rangkap (redundancy data) dan Ketidakkonsistensi data (Inconsistency data)
Karena file-file dan program aplikasi disusun oleh programmer yang berbeda, sejumlah informasi mungkin memiliki duplikasi dalam beberapa file. Sebagai contoh nama mata kuliah dan sks dari mahasiswa dapat muncul pada suatu file memiliki record-record mahasiswa dan juga pada suatu file yang terdiri dari record-record mata kuliah. Kerangkapan data seperti ini dapat menyebabkan pemborosan tempat penyimpanan dan biaya akases yang bertambah. Disamping itu dapat terjadi inkonsistensi data. Misalnya, apabila terjadi perubahan jumlah sks mata kuliah, sedangkan perubahan hanya diperbaiki pada file mata kuliah dan tidak diperbaiki pada file mahasiswa. Hal ini dapat mengakibatkan kesalahan dalam laporan nilai mahasiswa.

2. Kesukaran dalam Mengakses Data
Munculnya permintaan-permintaan baru yang tidak diantisipasikan sewaktu membuat program aplikasi, sehingga tidak memungkinkan untuk pengambilan data.

3. Data terisolir (Isolation Data)
Karena data tersebar dalam berbagai file, dan file-file mungkin dalam format – format yang berbeda, akan sulit menuliskan program aplikasi baru untuk mengambil data yang sesuai.

4. Masalah Pengamanan ( Security Problem )
Tidak semua pemakai diperbolehkan mengakses seluruh data. Bagian Mahasiswa hanya boleh mengakses file mahasiswa. Bagian Mata kuliah hanya boleh mengakses file mata kuliah, tidak boleh mengakses file mahasiswa. Tetapi sejak program-program aplikasi ditambahkan secara ad-hoc maka sulit melaksanakan pengamanan seperti yang diharapkan.

5. Data Dependence
Apabila terjadi perubahan atau kesalahan pada program aplikasi maka pemakai tidak dapat mengakses data.

Untuk lebih jelasnya, artikel bisa di download di : konsep dasar basis data

Read More..

UPC (Universal Product Code)

UPC adalah sebuah barcode yang berbentuk numerik dan memiliki panjang baris yang tetap (fixed). UPC digunakan untuk pelabelan pada produk-produk kecil/eceran (retail product labeling). Simbol ini dibuat untuk kemudahan pemeriksaan keaslian suatu produk. Bilangan-bilangan UPC harus diregistrasikan atau terdaftar di Uniform Code Council.

Sebuah simbol barcode UPC.

Sebuah barcode adalah suatu kumpulan data optik yang dibaca mesin. Sebenarnya, barcode ini mengumpulkan data dalam lebar (garis) dan spasi garis paralel dan dapat disebut sebagai barcode atau simbologi linear atau 1D (1 dimensi). Tetapi juga memiliki bentuk persegi, titik, heksagon dan bentuk geometri lainnya di dalam gambar yang disebut kode matriks atau simbologi 2D (2 dimensi). Selain tak ada garis, sistem 2D sering juga disebut sebagai barcode.Penggunaan awal barcode adalah untuk mengotomatiskan sistem pemeriksaan di swalayan, tugas dimana mereka semua menjadi universal saat ini.

Penggunaannya telah menyebar ke berbagai kegunaan lain juga, tugas yang secara umum disebut sebagai Auto ID Data Capture (AIDC). Sistem terbaru, seperti RFID, berusaha sejajar di pasaran AIDS, tapi kesederhanaan, universalitas dan harga rendah barcode telah membatasi peran sistem-sistem baru ini. Seharga US$0.005 untuk membuat kode barang bila dibandingkan dengan RFID yang masih seharga sekitar US$0.07 hingga US$0.30 per tag.

Barcode dapat dibaca oleh pemindai optik yang disebut pembaca barcode atau dipindai dari sebuah gambar oleh perangkat lunak khusus. Di Jepang, kebanyakan telepon genggam memiliki perangkat lunak pemindai untuk kode 2D, dan perangkat sejenis tersedia melalui platform smartphone.

Sejarah
Pada tahun 1932, Wallace Flint membuat sistem pemeriksaan barang di perusahaan retail. Awalnya, teknologi barcode dikendalikan oleh perusahaan retail, lalu diikuti oleh perusahaan industry. Lalu pada tahun 1948, pemilik toko makanan lokal meminta Drexel Institute of Technology di Philadelphia, untuk membuat sistem pembacaan informasi produk selama checkout secara otomatis.

Kemudian Bernard Silver dan Norman Joseph Woodland, lulusan Drexel patent application, bergabung untuk mencari solusi. Woodland mengusulkan tinta yang sensitif terhadap sinar ultraviolet. Prototype ditolak karena tidak stabil dan mahal. Tangal 20 Oktober 1949 Woodland dan Silver berhasil membuat prototipe yang lebih baik. Akhirnya pada tanggal 7 Oktober 1952, mereka mendapat hak paten dari hasil penelitian mereka. 1966: Pertama kalinya barcode dipakai secara komersial adalah pada tahun 1970 ketika Logicon Inc. membuat Universal Grocery Products Identification Standard (UGPIC).

Perusahaan pertama yang memproduksi perlengkapan barcode untuk perdagangan retail adalah Monach Marking. Pemakaian di dunia industri pertama kali oleh Plessey Telecommunications. Pada tahun 1972, Toko Kroger di Cincinnati mulai menggunakan bull’s-eye code. Selain itu, sebuah komite dibentuk dalam grocery industry untuk memilih kode standar yang akan digunakan di industry.

Pembaca Barcode
Pada awalnya pembaca barcode yaitu scanner atau pemindai dibangun dengan dengan mengandalkan cahaya yang tetap dan satu photosensor yang secara manual digosokkan pada barcode. Barcode scanner dapat digolongkan menjadi tiga katagore berdasarkan koneksi ke komputer, yaitu : Jenis RS-232 barcode scanner. Jenis ini membutuhkan program khusus untuk mentransfer data input ke program aplikasi. Jenis lain,adalah bercode yang menghubungkan antara komputer dan PS 2 atau AT keyboard dengan menggunakan kabel adaptor. Jenis ketiga adalah USB barcode scanner, yang merupakan lebih modern dan lebih mudah diinstal perangkat daripada RS-232 scanner, karena scanner barcode ini memiliki keuntungan yaitu tidak membutuhkan kode atau program untuk mentransfer data input ke program aplikasi, ketika anda melacak barcode datanya dikirim ke komputer seakan-akan telah mengetik pada keyboard.

Cara membaca Barcode
• Barcode terdiri dari garis hitam dam putih. Ruang putih di antara garis-garis hitam adalah bagian dari kode.
• Ada perbedaan ketebalan garis. Garis paling tipis “1”, yang sedang “2”, yang lebih tebal “3”, dan yang paling tebal “4”.
• Setiap digit angka terbentuk dari urutan empat angka. 0 = 3211, 1 = 2221, 2 = 2122, 3 = 1411, 4 = 1132, 5 = 1231, 6 = 1114, 7 = 1312, 8 = 1213, 9 = 3112.
Standar barcode retail di Eropa dan seluruh dunia kecuali Amerika dan Kanada adalah EAN (European Article Number) – 13. EAN-13 standar terdiri dari:
• Kode negara atau kode sistem: 2 digit pertama barcode menunjukkan negara di mana manufacturer terdaftar.
• Manufacturer Code: Ini adalah 5 digit kode yang diberikan pada manufacturer dari wewenang penomoran EAN.
• Product Code: 5 digit setelah manufacturer code. Nomor ini diberikan manufacturer untuk merepresentasikan suatu produk yang spesifik.
• Check Digit atau Checksum: Digit terakhir dari barcode, digunakan untuk verifikasi bahwa barcode telah dipindai dengan benar.

Keuntungan menggunkan barcode
• Proses Input Data lebih cepat, karena : Barcode Scanner dapat membaca / merekam data lebih cepat dibandingkan dengan melakukan proses input data secara manual.
• Proses Input Data lebih tepat, karena : Teknologi Barcode mempunyai ketepatan yang tinggi dalam pencarian data.
• Proses Input lebih akurat mencari data, karena : Teknologi Barcode mempunyai akurasi dan ketelitian yang sangat tinggi.
• Mengurangi Biaya, karena dapat mengindari kerugian dari kesalahan pencatatan data, dan mengurangi pekerjaan yang dilakukan secara manual secara berulang-ulang.
• Peningkatan Kinerja Manajemen, karena dengan data yang lebih cepat, tepat dan akurat maka pengambilan keputusan oleh manajemen akan jauh lebih baik dan lebih tepat, yang nantinya akan sangat berpengaruh dalam menentukan kebijakan perusahaan.
• Kemampuan bersaing dengan perusahaan saingan / kompetitor akan lebih terjaga.

Sumber
http://id.wikipedia.org/wiki/Kode_batang
http://www.indobarcode.com/v2/news/anatomi-dan-simbologi-dari-barcode

Read More..