Konfigurasi Server menggunakan Linux Red Hat 9.0 (bag.8)

DHCP (Dynamic Configuration Protocol) adalah layanan yang secara otomatis memberikan nomor IP kepada komputer yang memintanya. Komputer yang memberikan nomor IP disebut sebagai DHCP server, sedangkan komputer yang meminta nomor IP disebut sebagai DHCP Client. Dengan demikian administrator tidak perlu lagi harus memberikan nomor IP secara manual pada saat konfigurasi TCP/IP, tapi cukup dengan memberikan referensi kepada DHCP Server.

Pada saat kedua DHCP client dihidupkan , maka komputer tersebut melakukan request ke DHCP-Server untuk mendapatkan nomor IP. DHCP menjawab dengan memberikan nomor IP yang ada di database DHCP. DHCP Server setelah memberikan nomor IP, maka server meminjamkan (lease) nomor IP yang ada ke DHCP-Client dan mencoret nomor IP tersebut dari daftar pool. Nomor IP diberikan bersama dengan subnet mask dan default gateway. Jika tidak ada lagi nomor IP yang dapat diberikan, maka client tidak dapat menginisialisasi TCP/IP, dengan sendirinya tidak dapat tersambung pada jaringan tersebut.

Setelah periode waktu tertentu, maka pemakaian DHCP Client tersebut dinyatakan selesai dan client tidak memperbaharui permintaan kembali, maka nomor IP tersebut dikembalikan kepada DHCP Server, dan server dapat memberikan nomor IP tersebut kepada Client yang membutuhkan. Lama periode ini dapat ditentukan dalam menit, jam, bulan atau selamanya. Jangka waktu disebut leased period.

NAT kependekan dari (Network Address Translation), berfungsi untuk menerjemahkan atau mentranslasikan IP address Private ke IP address Public. Kenapa harus di translasikan ke IP Public? Kita tahu, ada dua jenis IP address yaitu IP Private dan IP Public. IP yang di kenal oleh
internet atau yang bisa berinternet adalah IP Public. Kalo hanya ada satu IP Public tapi ada banyak PC yang ingin terkoneksi internet, bagaimana solusinya? Maka dari itu NAT dibutuhkan.

Setting DHCP Server
Adapun langkah – langkahnya adalah sebagai berikut :
1. Buat dan setting file dhcpd.conf
#vi /etc/dhcpd.conf
ddns-update-style ad-hoc;
subnet 192.168.1.0 netmask 255.255.255.0 {
option routers 192.168.1.1;
option subnet-mask 255.255.255.0;
option domain-name "suspensi.net";
option domain-name-servers 192.168.1.1;
range dynamic-bootp 192.168.1.70 192.168.1.77;
default-lease-time 21600;
max-lease-time 43200;
option broadcast-address 192.168.1.255;
}
2. Restart service dhcp
#service dhcpd restart
3. Buat agar service dhcp dapat dijalankan saat pertama booting
#chkconfig dhcpd on

Setting NAT Server
Adapun langkah – langkahnya adalah sebagai berikut :
1. #iptables -t nat -A POSTROUTING -s 192.168.1.0/24 -j MASQUERADE
2. #iptables -t nat –L
3. #echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
4. simpan ip tables
#service iptables save
5. Jalankan service iptables:
#service iptables start

Read More..

Konfigurasi Server menggunakan Linux Red Hat 9.0 (bag.7)

Mail server digunakan untuk mentransfer e-mail pada jaringan TCP / IP atau bisa juga disebut sebagai Perangkat lunak program yang mendistribusikan file atau informasi sebagai respons atas permintaan yang dikirim via email, juga digunakan pada bitnet untuk menyediakan layanan serupa FTP.Mail server merupakan perangkat terpenting dalam pembuatan webmail yang menjadi tempat dari database mail dalam jaringan untuk melakukan resource sharing, dan dapat dimanfaatkan untuk memfasilitasi Perusahaan dalam pembuatan webmail. Dari banyaknya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi email merupakan sarana yang cukup bermanfaat di kalangan masyasrakat di seluruh dunia, dengan email kita dapat melakukan interaksi dan pertukaran informasi satu sama lainnya. Disamping itu kita juga memerlukan mail server yang dapat kita istilahkan sebagai kantor pos yang mengatur proses pengiriman dan penerimaan pesan juga penyimpanan pesan yang menggunakan sistem basis data.

Setting Mail Server
Adapun langkah – langkahnya adalah sebagai berikut :
1. Setting file main.cf
#vi /etc/postfix/main.cf
Tambahkan baris:
soft_bounce = no
queue_directory = /var/spool/postfix
command_directory = /usr/sbin
daemon_directory = /usr/lib/postfix
mail_owner = postfix
default_privs = nobody
mydomain = suspensi.net
myorigin = $mydomain
inet_interfaces = all
mydestination = $myhostname, $mydomain
mynetworks_style = class
mynetworks = 192.168.1.0/24, 127.0.0.0/8
relay_domain = $mydestination

2. Setting file imap
#vi /etc/xinetd.d/imap
# default: off
# description: The IMAP service allows remote users to access their mail using \
# an IMAP client such as Mutt, Pine, fetchmail, or Netscape \
# Communicator.
service imap
{
socket_type = stream
wait = no
user = root
server = /usr/sbin/imapd
log_on_success += HOST DURATION
log_on_failure += HOST
disable = no
}

3. Setting file ipop3
#vi /etc/xinetd.d/ipop3
# default: off
# description: The POP3 service allows remote users to access their mail \
# using an POP3 client such as Netscape Communicator, mutt, \
# or fetchmail.
service pop3
{
socket_type = stream
wait = no
user = root
server = /usr/sbin/ipop3d
log_on_success += HOST DURATION
log_on_failure += HOST
disable = no
}

4. Restart service xinetd dan postfix
#service xinetd restart
#service postfix restart

Setting Web Mail Server
Adapun langkah – langkahnya adalah sebagai berikut :
1. Jalankan file conf.pl
#cd /usr/share/squirrelmail/config
#./conf.pl
Pilih menu 2 (server setting)
Ubah konfigurasi:
SquirrelMail Configuration : Read: config.php (1.2.0)
---------------------------------------------------------
Server Settings
1. Domain : suspensi.net
2. IMAP Server : suspensi.net
3. IMAP Port : 143
4. Use Sendmail/SMTP : SMTP
6. SMTP Server : suspensi.net
7. SMTP Port : 25
8. Authenticated SMTP : false
9. POP Before SMTP : false
10. Server : cyrus
11. Invert Time : false
12. Delimiter : detect

2. Matikan sendmail
#killall sendmail

3. Restart service xinetd dan postfix
#service xinetd restart
#service postfix restart

4. Cek dari client




Login ke SquirrelMail




Tampilan SquirellMail

Read More..

Konfigurasi Server menggunakan Linux Red Hat 9.0 (bag.6)

Proxy Server bertindak sebagai gateway terhadap dunia Internet untuk setiap komputer klien. Proxy server tidak terlihat oleh komputer klien : seorang pengguna yang berinteraksi dengan Internet melalui sebuah proxy server tidak akan mengetahui bahwa sebuah proxy server sedang menangani request yang dilakukannya. Web server yang menerima request dari proxy server akan menginterpretasikan request-request tersebut seolah-olah request itu datang secara langsung dari komputer klien, bukan dari proxy server.

Proxy server juga dapat digunakan untuk mengamankan jaringan pribadi yang dihubungkan ke sebuah jaringan publik (seperti halnya Internet). Proxy server memiliki lebih banyak fungsi daripada router yang memiliki fitur packet filtering karena memang proxy server beroperasi pada level yang lebih tinggi dan memiliki kontrol yang lebih menyeluruh terhadap akses jaringan. Proxy server yang berfungsi sebagai sebuah "agen keamanan" untuk sebuah jaringan pribadi, umumnya dikenal sebagai firewall.

Setting Proxy Server
Adapun langkah – langkahnya adalah sebagai berikut :
1. Setting file squid.conf
#vi /etc/squid/squid.conf
Tambahkan baris berikut:
http_port 3128
icp_port 3130
udp_incoming_address 0.0.0.0
udp_outgoing_address 255.255.255.255
hierarchy_stoplist cgi-bin ?
acl QUERY urlpath_regex cgi-bin \?
no_cache deny QUERY
cache_mem 8 MB
cache_swap_low 90
cache_swap_high 95
maximum_object_size 1024 KB
minimum_object_size 0 KB
ipcache_size 1024
ipcache_low 90
ipcache_high 95
fqdncache_size 1024
cache_replacement_policy lru
memory_replacement_policy lru
cache_dir ufs /var/spool/squid 100 16 256
cache_access_log /var/log/squid/access.log
cache_log /var/log/squid/cache.log
cache_store_log /var/log/squid/store.log
pid_filename /var/run/squid.pid
debug_options ALL,1
client_netmask 255.255.255.0
dns_nameservers 219.124.30.219
diskd_program /usr/lib/squid/diskd
auth_param basic children 5
auth_param basic realm Squid proxy-caching web server
auth_param basic credentialsttl 2 hours
client_lifetime 1 day
acl all src 0.0.0.0/0.0.0.0
acl manager proto cache_object
acl localhost src 127.0.0.1/255.255.255.255
acl network src 192.168.0.0/255.255.255.0
acl to_localhost dst 127.0.0.0/8
acl SSL_ports port 443 563
acl Safe_ports port 80 # http
acl Safe_ports port 21 # ftp
acl Safe_ports port 443 563 # https, snews
acl Safe_ports port 70 # gopher
acl Safe_ports port 210 # wais
acl Safe_ports port 1025-65535 # unregistered ports
acl Safe_ports port 280 # http-mgmt
acl Safe_ports port 488 # gss-http
acl Safe_ports port 591 # filemaker
acl Safe_ports port 777 # multiling http
acl blok dstdomain “/etc/squid/blok.txt” #blocking website
acl CONNECT method CONNECT
http_access allow manager localhost
http_access deny manager
http_access allow !Safe_ports
http_access allow CONNECT !SSL_ports
http_access deny blok
http_access allow localhost
http_access allow network
http_access allow all
http_reply_access allow all
http_reply_access allow network
icp_access allow all
cache_effective_user squid
cache_effective_group squid
visible_hostname suspensi.net
httpd_accel_port 80
httpd_accel_with_proxy on
httpd_accel_single_host on
httpd_accel_uses_host_header on
logfile_rotate 10
forwarded_for on
coredump_dir /var/spool/squid

2. Jalankan proxy dan restart service squid
#squid –z
#service squid restart

Read More..

Konfigurasi Server menggunakan Linux Red Hat 9.0 (bag.5)

File Transfer Protocol (FTP) adalah suatu protokol yang berfungsi untuk tukar-menukar file dalam suatu network yang menggunakan TCP koneksi bukan UDP. Dua hal yang penting dalam FTP adalah FTP Server dan FTP Client.

FTP server adalah suatu server yang menjalankan software yang berfungsi untuk memberikan layanan tukar menukar file dimana server tersebut selalu siap memberikan layanan FTP apabila mendapat permintaan (request) dari FTP client.

FTP client adalah computer yang merequest koneksi ke FTP server untuk tujuan tukar menukar file. Setelah terhubung dengan FTP server, maka client dapat men-download, meng-upload, merename, men-delete, dll sesuai dengan permission yang diberikan oleh FTP server.

FTP sebenarnya cara yang tidak aman dalam mentransfer suatu file karena file dikirimkan tanpa di-enkripsi terlebih dahulu tetapi melalui clear text. Mode text yang dipakai untuk transfer data adalah format ASCII atau format binary. Secara default, FTP menggunakan mode ASCII dalam transfer data. Karena pengirimannya tanpa enkripsi, username, password, data yang di transfer, maupun perintah yang dikirim dapat di sniffing oleh orang dengan menggunakan protocol analyzer (sniffer). Solusi yang digunakan adalah dengan menggunakan SFTP (SSH FTP) yaitu FTP yang berbasis pada SSH atau menggunakan FTPS (FTP over SSL) sehingga data yang dikirim terlebih dahulu di enkripsi.

Setting FTP Server
Adapun langkah – langkahnya adalah sebagai berikut :
1. Setting file vsftpd.conf
#vi /etc/vsftpd/vsftpd.conf
Tambahkan baris berikut:
anonymous_enable = NO
local_enable = YES
write_enable = YES
local_umask = 022
dirmessage_enable = YES
xferlog_enable = YES
connect_from_port_20 = YES
xferlog_std_format = YES
pam_service_name = vsftpd
userlist_enable = YES
listen = YES
tcp_wrappers = YES

2. Restart service vsftpd
#restart service vsftpd

3. Cek dari client




FTP Site Manager




Cek server FTP dari client

Read More..